Our Products

DIMENSI EKOLITERASI DALAM TAFSIR KONTEMPORER: Telaah Tafsir Al-Tahir wa Al-Tanwir Karya Ibn ‘Āshūr

Rp95000

DIMENSI EKOLITERASI DALAM TAFSIR KONTEMPORER: Telaah Tafsir Al-Tahir wa Al-Tanwir Karya Ibn ‘Āshūr

Penulis: Dr. Muhammad Yusuf Qardlawi, M.A.

ISBN: 978-623-88396-3-6

 

Setting Layout: Abdul Aziz

Desain Cover: Taufik Adinugraha El Barr

Ukuran

284 hlm, 14,8×21 cm

Cetakan pertama, Januari 2023

 

Diterbitkan oleh:

LEMBAGA KAJIAN DIALEKTIKA

ANGGOTA IKAPI

Jl. Villa Dago Raya No. A257

Telp. (021) 7477 4588

Tangerang Selatan 15415

email. [email protected]

web: www.dialektika.or.id

Copy Right©2023 by LEMBAGA KAJIAN DIALEKTIKA

Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang. Pertama kali diterbitkan di Indonesia dalam Bahasa Indonesia oleh Lembaga Kajian Dialektika. Dilarang mengutip atau memperbanyak baik sebagian ataupun keseluruhan isi buku dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit. All right reserved

Share This Post:

Deskripsi

Al-Qur’an banyak mendeskripsikan tentang ekologis, yang melahirkan sebuah teori yang disebut dengan ekohumanis teosentris. Teori ini meniscayakan interkoneksi dan interaksi harmonis antara manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan sesama, manusia dengan alam raya dan manusia dengan Allah. Terkait dengan hubungan manusia dengan alam, manusia pada hakikatnya tidak bisa terpisah dari alam. Sebagai contoh paling riil adalah bagaimana manusia sangat membutuhkan oksigen, tanpanya manusia tidak dapat hidup.

Perbuatan eksploitasi alam secara berlebihan dianalogikan seperti penikmat prostitusi dan pekerja prostitusi, dimana alam diposisikan sebagai objek pemuas nafsu belaka, dinikmati sepuasnya tanpa adanya kepedulian untuk mencintai dan tidak bertanggung jawab terhadap atas apa yang telah ia perbuat terhadap alam. Hal ini tentu akan menimbulkan efek negatif dari keserakahan manusia dalam “menikmati’ alam, tanpa disertai adanya sifat kepedulian, cinta dan tanggung jawab akan alam itu sendiri.

Sementara ekoliterasi atau melek ekologi ini yang mungkin kurang mendapatkan perhatian secara khusus pada intelektual muslim pada masa lalu. Karena memang dalam kajian para akademisi teologi muslim era klasik, kajian mengenai teologi lingkungan tidak begitu mendapat porsi. Salah satu ulama yang memberikan penafsiran berbeda tentang lingkungan hidup adalah Ibn ‘Āshūr.

Buku ini membahas dimensi ekoliterasi dalam upaya penumbuhkan wawasan dan semangat kesadaran lingkungan di kalangan mufassir, salah satunya dengan mengkaji tafsir karya Ibn ‘Āshūr sebagai objek kajian diharapkan mampu memberikan nuasan baru dalam bidang perkembangan tafsir yang sesuai dengan semangat perkembangan ilmu pengetahuan, terutama setelah bangkitnya kesadaran lingkungan di kalangan ilmu sosial dan para ulama. Selamat Membaca!

Copyright 2021, Dialektika.or.id All Rights Reserved